Month: August 2017

  • Contoh Bisnis di Yogyakarta, Hallo pengunjung .. berdasarkan judul artikel saya kali ini, tentu kalian sudah paham kan bahwa Kota Yogyakarta itu sangat kaya. Baik kaya dari budaya nya, kaya akan tempat wisata alam maupun wisata bersejarah, serta juga kaya akan orang-orang hebat yang terdapat disana. Setuju?

    Nah, karena Kota Jogja dikenal sebagai kota pelajar dan kota pariwisata, tentunya kota Jogja mempunyai banyak peluang bisnis didalamnya. Dan yang menjadi hal paling mendasar bahwasanya kota Jogja mempunyai banyak peluang bisnis itu disebabkan oleh karena kota Jogja banyak dikunjungi oleh wisatawan dalam negeri bahkan luar negeri. Kota Jogja banyak dikunjungi wisatawan dikarenakan banyak terdapat keunikan dari kota yang terkenal dengan masakan Gudegnya ini. Baik kota pelajar maupun kota pariwisata, bayangkan saja berapa banyak pelajar dan wisatawan yang datang ke kota Jogja setiap tahunnya. Tentu hal ini dijadikan keuntungan tersendiri untuk memiliki banyaknya peluang bisnis yang bisa dikerjakan di kota Jogja ini.

    Berikut akan saya paparkan beberapa jenis peluang usaha yang menguntungkan di kota Jogja berdasarkan pengalaman saya tinggal dan berkeliling beberapa tahun di kota Jogja. Mari kita simak bersama-sama ….

    • Usaha Kos-kosan

    Setiap pelajar dan wisatawan yang datang ke kota Jogja tentulah butuh tempat tinggal. Dan tentunya dalam menetap di kota Jogja tidak hanya beberapa hari saja. Setuju? Apabila berdomisili didaerah dekat kampus ataupun perkantoran, maka akan sangat menguntungkan bila membuka usaha kos-kosan didaerah ini. Meskipun banyak kos-kosan yang hanya terdapat fasilitas terbatas, tetapi tetap saja kos-kosan di kota Jogja banyak peminatnya, contohnya para pelajar yang merantau dari kota-kota tertentu yang jauh dari kota Jogja. Bukan hanya pelajar saja, tetapi pekerja yang dari luar kota juga banyak yang membutuhkan kos-kosan seperti ini, contohnya didaerah kawasan pabrik. Nah, karena demikian lah kos-kosan bisa dikatakan usaha yang potensial di kota Jogja ini.

  • Perkembangan Teknologi di Bengkulu, Perkembangan teknologi informasi semakin berkembang pesat, sehingga interaksi antar manusia tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu.

    Untuk mengimbangi perkembangan teknologi informasi tersebut, Dinas Komunikasi, Infomatika dan Statistik Provinsi Bengkulu, Rabu, (26/7/2017) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Pengelolaan Website Pemerintah Provinsi Bengkulu.

    Bimtek sebagai upaya dalam mengoptimalisasi pemanfaatan, pengelolaan serta keamanan website Organisasi Perangkat Daerah (OPD), juga sebagai sarana untuk penyampaian program pembangunan di Provinsi Bengkulu, yang diikuti oleh admin dan pengelola web serta Kepala OPD di lingkup Pemprov Bengkulu, dengan narasumber praktisi pengelolaan website, Hijrah Saputra dan Ilham Suci Putra.

    Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang hadir dalam kegiatan tersebut mengharapkan, Bimtek yang dilaksanakan dapat menghasilkan dan dilakukan evaluasi melalui Diskominfo & Statistik Prov Bengkulu.

    Selain itu juga harus memastikan masing-masing OPD di akhir tahun nanti, memiliki website telah aktif dan terbangun dengan baik.

    “Harapannya dengan dunia yang seolah-olah dalam gemgaman, jika orang tidak ke Bengkulu, bisa langsung membuka website yang ada. Sehingga mereka tahu tentang Bengkulu,” katanya.

    Disamping itu Rohidin juga meminta data yang disajikan dalam website harus merupakan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga masyarakat akan terbantu dengan adanya website dari masing-masing OPD.

    Contohnya saat masyarakat ingin mengetahui kondisi transportasi di Provinsi Bengkulu, masyarakat hanya tinggal mengakses web Dinas Perhubungan yang menyajikan data secara valid.

    “Pastikan data yang disajikan di website itu benar, valid serta dibutuhkan oleh masyarakat,” imbuhnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Satistik Provinsi Bengkulu Eddy Prawisnu menjelaskan, Bimtek ini untuk memberikan dampak yang positif, yaitu bagi aparatur pengelola website di masing-masing OPD, serta meningkatkan peran aktif masyarakat pengguna teknologi informasi dalam menunjang pembangunan di Provinsi Bengkulu.

  • Wisata Kuliner di Jawa Barat, Ada yang mengatakan jika salah satu ciri kenapa masakan atau kuliner di Jawa Barat memiliki rasa yang pedas adalah karena kebanyakan daerah di Jawa Barat merupakan area pegunungan dengan udara yang dingin. Terlepas dari itu, wisata kuliner khas Jawa Barat ada banyak sekali ragamnya karena setiap daerah di Jawa Barat memiliki kekayaan kuliner masing-masing.

    Wisata Kuliner Jawa Barat yang Harus Anda Coba

    Ada banyak sekali jenis kuliner di Jawa Barat yang harus Anda coba. Jika Anda cukup bingung untuk memilih salah satunya, beberapa kuliner berikut ini dapat menjadi referensi untuk Anda coba;

    Empal Gentong

    Asalnya dari Cirebon, makanan yang namanya diambil karena wadah untuk kuahnya berupa kuali atau gentong sebutan masyarakat sekitar, memiliki cita rasa yang khas. Mungkin hampir sama dengan gule jika dilihat dari sepintas, tapi rasanya benar-benar lezat karena untuk memanaskan atau memasaknya menggunakan kayu bakar terutama dengan kayu dari pohon manga serta menggunakan gentong sebagai wadahnya. Bahan utamanya adalah daging sapi, babat dan usus dengan kuah serta bumbu rempah.

    Batagor dan Siomay

    Keduanya tidak perlu dijelaskan lebih jauh karena pasti Anda juga mengetahui atau bahkan sering memakannya. Kedua makanan ini berasal dari Bandung. Keduanya memiliki rasa yang hampir sama tapi berbeda. Keduanya terasa lebih nikmat karena menggunakan bumbu atau sambal kacang. Biasanya dilengkapi dengan kecap dan saus. Keduanya dapat dengan mudah ditemui di warung atau jajanan kaki lima. Tapi jangan salah karena keduanya juga hadir sebagai menu utama baik di restoran maupun hotel.

    Cireng

    Cireng atau aci goring atau aci digoreng juga berasal dari Jawa Barat. Makanan ini sangat diminati oleh masyarakat Jawa Barat dan umumnya seluruh Indonesia. Apalagi, saat ini Cireng hadir dengan beraneka rasa dan warna tidak seperti dulu yang hanya satu rasa dan satu warna. Sekarang Anda bisa menemukan Cireng isi daging, sosis, keju dan lainnya.

  • Bola Basket Sulawesi Selatan, Makassar – Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan mencatat sejarah baru dengan lahirnya Academy Basketball Makassar (ABM) yang bertujuan mencetak bibit atlet berkualitas sehingga dapat diandalkan untuk mengikuti kejuaraan nasioal ataupun internasional.

    Pengelola ABM, M Yamin, Selasa (8/7), mengatakan kelahiran lembaga tersebut merupakan bentuk keprihatinan terhadap prestasi cabang olahraga basket di Sulsel yang pada sejumlah kejuaraan nasional masih sulit bersaing dengan wakil dari pulau Jawa.

    “Kami berharap dengan kehadiran ABM membuat olahraga basket Sulsel bisa lebih bersaing. ABM akan fokus membina para atlet usia dini mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) sehingga bisa terbiasa dan mengenal olahraga basket dengan baik,” jelasnya.

    Demi mengenalkan ABM di Makassar, pihak pengelola sengaja mendatangkan sejumlah pelatih dan pemain berpengalaman langsung dari Amerika Serikat. Para pelatih dan pemain ini berasal dari International Basketball Training Academy (IBTA).

    Para pelatih dan pemain dari IBTA ini yakni Mark Muller, Steve, Troy (pelatih di berbagai universitas di AS) serta Nikc (24) dan Luke (21) yang merupakan lulusan IBTA dan sudah siap turun menjadi pemain profesional.

    Menurut dia, para pelatih dan pemain ini bukan hanya akan memberikan coaching clinic bagi masyarakat Sulsel. Namun juga akan mengikuti turnamen mini dan menghadapi para tim basket Makassar yang sudah memiliki nama.

    “Para pelatih ini akan memberikan pelatihan bagi anak-anak di beberapa daerah di Sulsel. Kami sengaja mendatangkan para pemain dari IBTA karena dedikasi mereka dalam mencetak pemain profesional di Amerika,” katanya.

    Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel Nukhrawi Nawir, mengatakan Pengprov Perbasi Sulawesi Selatan memang masih kurang maksimal dalam pembinaan atlet sehingga sulit bersaing saat tampil di babak kualifikasi atau Pekan Olahraga Nasional (PON).

    Menurut dia, jika Pengprov Perbasi tidak melakukan perubahan besar maka peluang Sulsel untuk lolos hingga berprestasi pada kejuaraan nasioal khususnya PON Jabar 2016 akan sulit terwujud.

  • Cara Sehat di Nusa Tenggara Timur, Setelah meluncurkan project Sunlight pada November 2014 lalu, PT Unilever Indonesia Tbk berhasil mengumpulkan  delapan juta dukungan yang didapatkan dari partisipasi masyarakat Indonesia. Sebanyak tujuh juta orang telah menyaksikan film inspirasi Project Sunlight di YouTube dan di Facebook. Tiga ribu orang telah menulis ide di www.projectsunlight.co.id terkait upaya membangun masa depan yang lebih cerah. Sementara, 800 orang berpartisipasi menjadi brightfuture volunteer yang telah mengedukasi 800 siswa di lima kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar.

    “Project Sunlight merupakan proyek global Unilever yang diselenggarakan di lima negara, yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, Brasil, dan India. Project Sunlight ini merupakan perwujudan dari Unilever Sustainable Living Plan (USLP) yang mengajak jutaan bahkan miliaran orang untuk mewujudkan masa depan cerah untuk anak cucu mendatang,” kata Sancoyo Antarikso, Direktur External Relations & Corporate Secretary PT Unilever Indonesia, Tbk dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil Dukungan Project Sunlight di Jakarta, Selasa (3/2/2015).

    Ia menambahkan, Project Sunlight Indonesia berfokus pada peningkatan sanitasi di Indonesia. Dalam kampanye ini, Unilever menggandeng Save The Children untuk membangun fasilitas sanitasi yang akan menjangkau 21 sekolah dan 4.600 anak-anak di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Save The Children adalah lembaga independen yang berfokus pada pelayanan untuk anak-anak yang telah bekerja di lebih dari 120 negara.

    Di Indonesia, Save The Children memiliki komitmen jangka panjang untuk bekerja di Sumba demi meningkatkan akses anak-anak terhadap kualitas perawatan anak usia dini dan pendidikan dasar yang berkualitas. Visi yang sejalan itulah yang membuat Unilever berkolaborasi dengan Save The Children.

    Berdasarkan data Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia (MDG), target pemenuhan akses sanitasi layak pada tahunn 2015 harus mencapai 62,41%. Di Indonesia, baru 56,24% rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak. Dalam konteks ini, Provinsi NTT menempati posisi terendah, yakni 30,5%. Selain itu, NTT juga termasuk dalam lima provinsi dengan proporsi pembuangan akhir tinja tidak ke septic tank tertinggi sebesar 65,3%. Melihat kondisi tersebut, Unilever dan Save The Children berupaya meningkatkan fasilitas sanitasi di NTT.

  • Kesenian Daerah Bali, Tari bali merupakan bagian organik dari masyarakat pendukungnya dan perwatakan darimasyarakatnya tercermin dalam tari. (I Made Bandem, 1983). Menurut struktur masyarakatnya,seni tari bali dapat dibagi menjadi 3 (Tiga) periode yaitu: 

    • Periode Masyarakat Primitif (Pra-Hindu) (20.000 S.M-400 M)
    • Periode Masyarakat Feodal (400 M-1945)
    • Periode Masyarakat modern (sejak tahun 1945)

     

    Masyarakat Primitif (Pra-Hindu)

    Pada zaman Pra-Hindu kehidupan orang-orang di Bali dipengaruhi oleh keadaan alamsekitarnya. Ritme alam mempengaruhi ritme kehidupan mereka. Tari-tarian meraka menirukangerak-gerak alam sekitarnya seperti alunan ombak, pohon ditiup angin, gerak-gerak binatang danlain sebagainya. Bentuk-bentuk gerak semacam ini sampai sekarang masih terpelihara dalam TariBali. Dalam zaman ini orang tidak saja bergantung kepada alam, tetapi mereka juga mengabdikankehidupannya kepada kehidupan sepiritual. Kepercayaan mereka kepada Animisme danTotemisme menyebabkan tari-tarian mereka bersifat penuh pengabdian, berunsurkan Trance (kerawuhan), dalam penyajian dan berfungsi sebagai penolak bala. Salah satu dari beberapabentuk tari bali yang bersumber pada kebudayaan Pra-Hindu ialah sang hyang.

    Masyarakat Feodal

    Pada masyarakat feodal perkembangan Tari Bali ditandai oleh elemen kebudayaan hindu.Pengaruh hindu dibali berjalan sangat pelan-pelan. Dimulai pada abad VII yaitu padapemerintahan raja ugra sena di Bali. Pada abad X terjadi perkawinan antara raja udayana denganmahendradatta, ratu dari jawa timur yang dari perkawianan tersebut lahir raja airlangga yangkemudian menjadi raja di jawa timur. Sejak itu terjadi hubungan yang sangat erat antara jawa danbali. Kebudayaan bali yang berdasarkan atas penyembahan leluhur ( animisme dan totemisme)bercampur dengan Hinduisme dan budhisme yang akhirnya menjadi kebudayaan hindu sepertiyang kita lihat sekarang catatan tertua yang menyebutkan tentang berjenis-jenis seni tari ditemui dijawa tengah yaitu batu bertulis jaha yang berangka tahun 840 Masehi. Pada zaman Feodal tariberkembang di istana, berkembang juga dalam masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kepentinganagama yang tidak pernah absen dari tari dan musik.

  • Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

1 of 1